Incomprehensible
Incomprehensible
Tik tok tik tok
Jarum penunjuk detik pada jam dinding itu terus berputar seakan tak kenal lelah. Sepi ya, aku sampai bisa mendengar detak suara jarum jam itu. Ah, sama saja, batinku juga sepi.
You’ll never understand love. Love understands you.
— Oka
Aku merasa jantungku berhenti sepersekian mili detik ketika membaca quote itu. Love ? Kenapa harus itu lagi sih ?
Sedang jatuh cinta kah aku ? Yang pasti saat ini aku rindu. Paru-paruku merindukan gelembung-gelembung oksigen yang datang merasuk. Aku tercekik oleh rinduku sendiri. Logika ku berontak, ia terbakar oleh setiap pikir tentangmu. Sirkulasi darahku ada yang tak beres, setiap mililiter darah yang mengalir sudah terkontaminasi senyawa “kamu”.
I’ll never understand love. Yes, I also will never understand why love chose him.
Aku tak pernah merasa sadar memilih kamu. Segitu besarnyakah pegaruh bawah sadarku ? Atau aku lupa pernah memilih kamu ?
I’ll never understand love.
Kenapa kedua bola matamu itu tertata rapi sejajar begitu elok untuk membuatku terpaku ? Kenapa sinarnya mampu membutakanku ? Kenapa lengkungan diantara kedua pipimu itu sanggup membuatku salah tingkah ? Kenapa setiap kata yang keluar dari bibirmu bekerja seperti mantera sihir padaku ?
I’ll never understand love.
Kamu, yang notabene.. Punya garis wajah yang paling indah, bagiku. Punya senyum bak malaikat, bagiku. Punya suara tawa paling menenangkan, bagiku. Punya aura paling menyejukan, bagiku. Kamu sempurna.. Bagiku.
Pantaskah aku bertanya sekarang “mengapa harus dirimu?”
I’ll never understand love.
Love understands me.
Dia mengerti mengapa harus kamu. Dia mengerti mengapa semua aspek dari kamu mampu membuatku tertegun, terpesona, tersihir. Dia mengerti mengapa kamu…
Karena kamu, yang pantas…
Bagaikan sebuah reaksi kimia, aku jatuh cinta padamu; dan rindu ini adalah katalisnya.
August, 9th 2011